You are here
Tangis Sang Kekasih Saat Jenazah Andrey Dikremasi di Semarang Kriminal 

Tangis Sang Kekasih Saat Jenazah Andrey Dikremasi di Semarang

Semarang – Jenazah pendaki asal Slowakia, Andrey Voytech dikremasi di Semarang. Prosesi ini ternyata merupakan permintaan terakhir Andrey yang disampaikan pihak keluarga.

Kremasi dilakukan di Krematorium Kedungmundu Semarang setelah sepekan berada di lemari pendingin RSUP dr Kariadi Semarang.

Petugas Basarnas Jateng, Rindang Krisnavianto Tulu dipercaya pihak keluarga Andrey untuk mengurus jenazah. Ia mengatakan atas permintaan pihak keluarga, maka jenazah dikremasi di Semarang.

“Dari pihak keluarga mengatakan ini permintaan terakhir almarhum,” kata Rindang di Krematorium Kedungmundu, Senin (16/4/2018).

Permintaan yang dimaksud yaitu dikremasi jika meninggal dunia. Rindang tidak tahu apakah permintaan almarhum tertulis atau tidak, namun hal itu disampaikan ketika mendaki di Gunung Tatras di negara asalnya.

Proses kremasi jenazah Andrey. Proses kremasi jenazah Andrey. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

“Jadi permintaanya dikremasi jika dia meninggal,” lanjutnya.

Di Krematorium Kedungmundu memang tidak terlihat ada pihak keluarga Andrey. Namun kekasih Andrey, Sistha Amina Verdiani tampak hadir dan menekan tombol pembakaran. Sistha kemudian menangis dan memilih duduk sembari menunggu abu jenazah.

Proses kremasi jenazah Andrey. Proses kremasi jenazah Andrey. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Andrey meninggal di Gunung Merbabu, jenazahnya ditemukan di dasar tebing setinggi 13 meter. Ia ditemukan tanggal 7 April lalu setelah SAR melakukan pencarian selama sepekan.

Related posts

Leave a Comment