You are here
Nazaruddin dan Mekeng Bersaksi di Sidang Novanto POLITIC 

Nazaruddin dan Mekeng Bersaksi di Sidang Novanto

PIALA DUNIA 2018 – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin dan politikus Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersaksi dalam sidang lanjutan korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR, Setya Novanto, Senin (19/2).

Tak hanya Nazar dan Mekeng, dalam sidang lanjutan ini, jaksa KPK juga menghadirkan empat saksi lainnya. Namun, belum diketahui secara pasti identitas keempat saksi tersebut.

Nazaruddin dan Mekeng telah tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Namun, keduanya masih enggan berkomentar banyak mengenai keterangan yang bakal disampaikan dalam persidangan kali ini. Nazar hanya mengaku dihadirkan untuk menjadi saksi dalam persidangan Setnov, sapaan Novanto.

“Iya jadi saksi Setnov,” kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2).

Nazaruddin dan Mekeng sebelumnya pernah dihadirkan jaksa KPK pada sidang perkara e-KTP dengan terdakwa lainnya, yakni dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dalam persidangan sebelumnya, Nazar menegaskan, proyek e-KTP telah diatur sejak proses penganggaran sampai pengadaannya. Bahkan, Nazar menyatakan sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 menerima uang dari proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Saat proyek e-KTP bergulir, Nazar merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Fraksi Demokrat. Sementara Mekeng merupakan mantan Ketua Banggar DPR. Dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, Mekeng disebut menerima uang sekitar USD 1,4 juta dari proyek senilai Rp 5,8 triliun ini. Namun, Mekeng telah membantah mengenai aliran dana ini.

Related posts

Leave a Comment