You are here
Ini Toko Baju Paling Ngehits Seantero Jepang Travel 

Ini Toko Baju Paling Ngehits Seantero Jepang

Osaka – Osaka sering disebut sebagai surga belanjanya Jepang. Di sini ada banyak toko barang branded, termasuk Supreme yang dikenal paling hits di kalangan anak muda.

Kalau traveler mengikuti perkembangan dunia fashion terkini, apalagi skena streetwear, pasti kenal dengan brand bernama Supreme. Brand asal New York yang didirikan oleh James Jebbia ini begitu diburu oleh para traveler kekinian yang menyukai desain-desainnya.

Meski asalnya dari Amerika Serikat, Supreme rupanya membuka beberapa buah toko di Jepang. Salah satunya ada di Kota Osaka. Tepatnya di kawasan Orange Street Horie Tachibana, Minamihorie, Nishi Ward, Osaka.

Rupanya kita diwajibkan untuk mengantre di area yang sudah disiapkan oleh para petugas keamanan toko. Jaraknya dari toko Supreme sekitar 1 blok. Antrean ini persis di jalan setelah gedung parkir mobil yang ada di seberang kawasan Orange Street. Antrean yang jauh dari toko ini dimaksudkan agar tidak mengganggu warga setempat.

Dari luar, Toko Supreme tampak tidak mencolok. Biasa saja, tidak terdapat antrean pembeli yang mengular di luar toko. Situasinya normal, layaknya toko baju lain di samping kanan dan kirinya.

Selidik punya selidik, rupanya situasi ini sudah di setting sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang mengundang pihak Kepolisian dan mengganggu warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Yang tidak saya tahu adalah, beberapa orang penjaga keamanan dengan tubuh tegap rupanya sudah siap sedia berjaga di sekitar Toko Supreme. Mereka tidak segan untuk mengusir siapapun yang terlihat membuat kerumunan di depan Toko Supreme.

Halaman Toko Supreme benar-benar dijaga tetap steril sejauh 200 meter ke kanan dan ke kiri. Saya termasuk salah satu calon pembeli yang ikut diusir oleh pihak keamanan toko. Lantas, bagaimana cara untuk bisa masuk ke dalam Toko Supreme Osaka?

Sudah kepalang tanggung, pikir saya. Sudah jauh-jauh ke Osaka, sudah sampai di Supreme, tapi tidak sampai masuk ke dalam tokonya, rasanya ada satu penyesalan tersendiri.

Saat saya datang, antreannya sudah panjang saja. Panjangnya sudah mencapai 100 meteran. Padahal saat itu baru pukul 11.45 waktu setempat. Toko Supreme sendiri buka pada pukul 11.00 pagi.

Karena penasaran, saya pun ikut mengantre. Rasanya aneh juga, hanya demi sepotong 2 potong baju, kami rela mengantre cukup panjang dan lama. Tapi melihat wajah-wajah bahagia traveler yang menenteng kantong belanjaan plastik putih dengan logo Supreme berwarna merah yang khas, saya langsung bersemangat kembali.

Setelah lebih dari 30 menit mengantre, akhirnya giliran saya pun tiba. Ketika sudah ada berada di 10 orang barisan terdepan, petugas keamanan akan membagikan pin yang bertuliskan nomor antrean. Pin ini harus traveler simpan, untuk kemudian nanti diberikan ke petugas keamanan yang berjaga di depan toko. Setelah pin dikembalikan, baru kita diizinkan masuk ke dalam toko Supreme.

Sesampainya di dalam toko, kita tidak diperkenankan untuk memilih-milih sendiri baju Supreme yang ada di sana. Kita diwajibkan untuk tetap berada di dalam barisan antrean yang mengarah ke kasir.

Para pelayan toko lah yang nantinya akan mengambilkan barang-barang yang traveler inginkan. Tinggal menyebutkan mau barang yang mana, dan berapa jumlahnya, sang pelayan toko nantinya yang akan menyiapkan untuk traveler.

Di dalam toko Supreme Osaka, terlihat beberapa koleksi Supreme untuk musim Fall/Winter 2017, dari mulai sweater, jaket, kemeja, celana, topi, hingga beanie alias topi kupluk. Berbagai aksesoris lain seperti tas, hingga perlengkapan skateboard juga tersedia di toko ini. Supreme memang pada awalnya adalah sebuah toko skateboard.

Sayang, sama sekali tidak diperbolehkan memotret isi Toko Supreme Osaka. Pelayan toko dengan tegas melarang yang saat itu akan mengambil gambar ‘jeroan’ toko Supreme.

“Sorry, no picture. No camera,” ujarnya.

Untuk menghindari masalah, akhirnya kamera dimatikan dan tutup lensanya dipasang lagi.

Satu pak kaos polos ditebus dengan harga 6.480 Yen (sudah termasuk pajak). Jika dirupiahkan, harganya kira-kira sekitar Rp 780 ribuan. Itu berarti untuk satu lembar kaos polos, harus membayar sekitar Rp 260 ribu. Cukup mahal memang.

Tapi jangan sedih, harga segitu masih belum seberapa. Untuk sweater dan jaket, Supreme mematok harga sekitar 14.040 Yen hingga 22.680 Yen. Jika dirupiahkan, harganya setara Rp 1,69 juta sampai Rp 2,7 juta.

Untuk tas dan celana harganya jauh lebih mahal lagi, bisa di atas Rp 2,5 Juta hingga Rp 3,6 Juta per buahnya. Harga produk dengan brand Supreme memang mahal. Tetapi mengingat eksklusivitasnya, harga setinggi langit tersebut layak untuk ditebus traveler kekinian.

Related posts

Leave a Comment