Wed. Jan 20th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Massa Aksi Protes Kekerasan Polisi di Paris Lempari Batu, Dibalas Gas Air Mata

2 min read

Paris –

Tindakan empat polisi yang diduga melakukan pemukulan dan pelecehan rasial terhadap seorang produser musik berkulit hitam di Paris memunculkan aksi protes. Massa aksi melempari polisi dengan batu hingga kembang api.

Dilansir Reuters, Sabtu (28/11/2020), massa yang memakai masker memasang barikade usai melempari batu ke arah polisi. Aksi massa itu pun dibalas tembakan gas air mata dan granat kejut dari polisi.

Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi dengan damai, namun ada sejumlah kelompok kecil massa yang bentrok dengan polisi. Ada dua mobil sepeda motor, hingga bangunan dibakar, memunculkan asap hitam yang terlihat dari jarak bermil-mil.

Insiden tersebut juga memicu kemarahan atas rancangan undang-undang yang dianggap mengekang hak jurnalis untuk melaporkan kebrutalan polisi. Menyebarkan gambar petugas polisi dalam keadaan tertentu akan dianggap sebagai kejahatan jika merujuk RUU tersebut.

RUU itupun dinilai membatasi kebabasan pers. Banyak di antara pengunjuk rasa membawa plakat dengan slogan seperti ‘Siapa yang akan melindungi kami dari polisi’, “Hentikan kekerasan polisi”, dan “Demokrasi dipukul”.

Sebelumnya, Otoritas Prancis menahan empat petugas polisi yang diduga melakukan pemukulan dan pelecehan rasial terhadap seorang produser musik berkulit hitam di Paris, ibu kota Prancis. Oleh Presiden Emmanuel Macron, insiden ini disebut “mempermalukan kita”.

Video yang diunggah di situs Loopsider menunjukkan bagaimana produser musik Michel Zecler berulang kali dipukul oleh petugas polisi selama beberapa menit, dan menjadi sasaran pelecehan rasial saat ia mencoba memasuki studio musiknya akhir pekan lalu.

Para selebritis termasuk pemenang Piala Dunia sepak bola Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann mengutuk pemukulan pria kulit hitam itu. Sementara penyanyi ngetop Prancis, Aya Nakamura mengatakan dia berharap produser itu kuat.

Menurut pernyataan yang dirilis di media sosial, Macron menyebut insiden itu “mempermalukan kita.”Pada Jumat (27/11) waktu setempat, Macron mengatakan insiden itu sebagai “serangan yang tidak dapat diterima” dan meminta pemerintah Prancis untuk mengajukan proposal untuk “memerangi diskriminasi”.

“Prancis tidak boleh membiarkan kebencian atau rasisme menyebar,” kata Macron.

Baca juga !