izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Main Film di Hollywood, Rapper Awkwafina Jadi Ikon Asia – NagaBola.net
Fri. Oct 23rd, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Main Film di Hollywood, Rapper Awkwafina Jadi Ikon Asia

3 min read

Hollywood semakin membuka diri untuk talenta-talenta keturunan Asia. Kali ini giliran Awkwafina berada di bawah lampu sorot yang menjadikannya ikon Asia di Hollywood.

“Orang bilang kamu tidak akan pernah menjadi orang Asia-Amerika yang terkenal sebelum muncul di koran China,” demikian dikatakan Awkwafina, rapper yang banting setir menjadi pemain film. Ia melanjutkan, “kamu bisa saja masuk majalah Time, tapi orangtuamu tidak tahu sampai akhirnya kamu muncul di koran China itu,” kelakar wanita bernama asli Nora Lum ini.

Ia sendiri semakin dekat dengan impian dari banyak keturunan Asia lainnya itu. Dalam dua tahun terakhir, Awkwafina sudah membuktikan pencapaian yang berhasil diraihnya dengan terlibatnya ia dalam beberapa proyek film termasuk program televisi yang ia bintangi. The Farewell adalah film terbaru ia lakoni.

Di film ini, ia harus menanggalkan sementara image komedi yang melekat pada dirinya dan menjadi lebih serius. Diceritakan, nenek dari Billi, karakter yang ia perankan, divonis menderita kanker stadium empat dan memiliki harapan hidup yang tidak lama lagi. Namun keluarga memutuskan untuk menyimpan rahasia itu dari sang nenek dan beranggapan semua baik-baik saja.

Bagi Awkwafina dengan citranya sebagai pribadi yang ceria dan lucu, memerankan karakter yang serius tentu merupakan tantangan tersendiri. Namun justru disitulah penonton dapat melihat sisi lain dari sosok sang aktris. Terbukti, aktingnya banyak mendapat review yang cukup positif.

Film itu sekaligus menjadi pembuktian bagi dirinya bahwa ia dapat melakoni peran-peran yang menantang dan tidak selalu berada di zona nyamannya. “Aku seperti sudah menyiapkan diri untuk film ini seumur hidupku,” akunya.

Lulu Wang, sutradara yang juga menulis cerita film itu berdasarkan pengalamannya sendiri mengaku, semula tidak yakin dengan si rapper yang pernah menyanyikan lagu kontroversial-My Vag. Ditambah lagi dengan karakter Awkwafina yang nyeleneh. Semua itu menjadi bahan pertimbangan Lulu sebelum akhirnya memutuskan Awkwafina orang yang tepat. Ia berhasil memukau Lulu.

Yang menjadi catatan, di film itu sebetulnya sosok Billi digambarkan sebagai orang yang faseh bahasa Mandarin. Lulu justru merubahnya dan menjadikan Billi dengan bahasa Mandarin yang terbatasnya sebagai salah satu point di film ini. “Tadinya aku tidak nyaman dengan hal ini, tapi aku rasa perubahan itu sudah tepat. Terlebih banyak Billi lain di luar sana juga,” ujarnya.

Bagi Awkwafina mampu menembus Hollywood pastinya merupakan salah bentuk aktualisasi dirinya. Selama ini industri film Hollywood yang sebelumnya tengah bergulat dengan isu kesenjangan gender terkait selisih nominal bayaran yang cukup jauh antara pemain pria dengan pemain wanita, juga masih menutup mata dengan keragaman etnis dari para pemain film yang ada, dalam hal ini termasuk pemain keturunan Asia.

Ras kulit putih masih mendapat porsi yang cukup besar. Belakangan, Marvel sendiri memutuskan membuat film superhero Asia pertamanya dengan karakter utama Shang-Chi yang diperankan oleh Simu Liu. Seorang keturunan Kanada-China. Di film itu juga Awkwafina mendapat peran.

Proyek lain juga masih menanti. Sebut saja sekuel film Jumanji, drama thriller Breaking News in Yuba County, dan 10 episode Comedy Central yang diangkat dari kehidupan Awkwafina sendiri. Film yang disebutkan terakhir mengambil lokasi syuting di kota kelahirannya sendiri, Queens. “Aku mencoba menampilkan New York dari mata seorang yang lahir disana,” katanya.

Awkwafina yang sejak kecil ditinggal ibunya yang mendahuluinya, dirawat oleh sang nenek hingga kini. Sang nenek menjadi penonton setia film-filmnya selama ini. Di film Farewell neneknya bisa tertawa. Itu membuat dirinya senang bahwa neneknya bisa menangkap maksud dari film itu. Tapi ada yang lebih penting dari itu, apa? “Nenek bilang bahasa Mandarin saya tidak begitu buruk,” pungkasnya.