izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Kritik Trump pada Anggota Kongres Demokrat Dituduh Rasis – NagaBola.net
Sun. Nov 1st, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Kritik Trump pada Anggota Kongres Demokrat Dituduh Rasis

3 min read

Donald Trump menyebut distrik Baltimore yang menjadi konstituen Elijah Cummings “tempat kacau yang penuh tikus”.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi menuduh Presiden Donald Trump melancarkan “serangan rasis” dalam twit-twitnya tentang seorang anggota kongres keturunan Afrika-Amerika.

Trump menyerang wakil Partai Demokrat Elijah Cummings dan distrik Maryland yang menjadi konstituennya di Twitter.

Sang presiden menggambarkan distrik yang mayoritas penghuninya warga kulit hitam di Baltimore itu sebagai “tempat kacau-balau yang penuh tikus”.

Cummings adalah seorang “perisak”, tulis Trump, karena mengkritik perlakuan terhadap migran di perbatasan AS-Meksiko.

 

Sebagai ketua Komite Pengawasan DPR, Cummings telah mendorong serangkaian investigasi terhadap kebijakan pemerintahan Trump, termasuk penanganan migran di pusat-pusat penahanan.

Pelosi memimpin para legislator Demokrat dalam membela Cummings dan mengecam twit-twit Trump.

Twit-twit itu, tulis Pelosi, adalah “serangan rasis” terhadap Cummings, yang populasi di distriknya lebih dari 50% warga kulit hitam, menurut data sensus AS.

Nancy Pelosi berbicara di konferensi pers.

NancyPelosi mengecam twit-twit Trump sebagai “serangan rasis”.Sebagai pengkritik vokal Trump, Cummings merespon dengan baik, menulis twit: “Adalah tugas konstitusional saya untuk mengawasi Cabang Eksekutif. Tapi adalah tugas moral saya untuk memperjuangkan konstituen saya.”

Walikota Baltimore, Bernard “Jack” Young, menyebut Trump “kekecewaan bagi rakyat” di kotanya, dan bagi “negara kami, dan dunia”.

“Ini benar-benar tidak bisa diterima, pemimpin politik negara kita merendahkan Kota Amerika yang dinamis seperti Baltimore, dan dengan kejam menyerang Perwakilan AS Elijah Cummings, seorang patriot dan pahlawan,” kata Young via Twitter.

Anggota kongres dari Partai Demokrat lain, termasuk kandidat presiden Joe Biden dan Kamala Harris, juga mencemooh twit Trump.

Respons dari perwakilan Partai Republik sejauh ini tidak terdengar.

Kejadian ini mirip dengan ketika Trump menggunakan retorika bernada ras dalam twit yang mencerca empat perempuan non-kulit putih anggota kongres dari Partai Demokrat pada awal bulan ini.

Trump menyarankan keempat anggota kongres itu Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib dan Ayanna Pressley, dan Ilhan Omar, yang semuanya adalah warga negara AS harus “kembali” ke tempat asal mereka yang “penuh dengan kejahatan”.

Apa yang memicu twit-twit Trump?Pekan lalu, pada sidang kongres, Cummings mencecar pelaksana Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kevin McAleenan dan kondisi di pusat-pusat penahanan migran.

Dalam perdebatan panas dengan McAleenan, Cummings menuntut “perbaikan” di fasilitas perbatasan.

Cummings, yang mewakili distrik ke-7 Maryland, menyatakan bahwa pemerintahan Trump “defisit empati” dalam menangani migran.

Ketika muncul di Twitter pada hari Sabtu, Trump tampak marah atas komentar Cummings.

Donald J. Trump

@realDonaldTrump

Rep, Elijah Cummings has been a brutal bully, shouting and screaming at the great men & women of Border Patrol about conditions at the Southern Border, when actually his Baltimore district is FAR WORSE and more dangerous. His district is considered the Worst in the USA……

Donald J. Trump

@realDonaldTrump

….As proven last week during a Congressional tour, the Border is clean, efficient & well run, just very crowded. Cumming District is a disgusting, rat and rodent infested mess. If he spent more time in Baltimore, maybe he could help clean up this very dangerous & filthy place

Twit-twit itu juga dikirim Trump beberapa hari setelah komite kongres yang dipimpin Partai Demokrat melalui jajak pendapat memutuskan untuk meminta catatan komunikasi pribadi pejabat senior Gedung Putih.

Cummings menuduh pemerintahan Trump tidak menyimpan catatan komunikasi sesuai dengan hukum federal.

Investigasi komite itu adalah satu dari beberapa upaya yang dilakukan Partai Demokrat di DPR terhadap presiden dan pemerintahannya.

Baca juga !