izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Khamenei Desak Jamaah Haji Menentang ‘Kesepakatan Abad Ini’ AS – NagaBola.net
Sun. Nov 1st, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Khamenei Desak Jamaah Haji Menentang ‘Kesepakatan Abad Ini’ AS

2 min read

TEHERAN¬†– Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam proposal perdamaian Israel-Palestina rancangan Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai “Deal of the Century” atau “Kesepakatan Abad Ini”. Pemimpin teokratis Teheran itu juga mendesak para jamaah haji untuk menentang proposal Amerika.

“Trik yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’, didorong oleh Amerika yang menindas dan rekan-rekan pengkhianatnya, adalah kejahatan terhadap masyarakat yang manusiawi, dan bukan hanya (pada) orang-orang Palestina,” kata Khamenei dalam sebuah pesan untuk pera jamaah haji di Arab Saudi yang disiarkan stasiun televisi pemerintah pada hari Sabtu.

“Kami menyerukan kepada semua orang untuk aktif mengambil bagian dalam mengalahkan penipuan ini oleh musuh,” lanjut Khamenei yang dikutip¬†Reuters, Minggu (11/8/2019).
Para pejabat Arab Saudi telah meminta umat Islam untuk fokus pada ibadah dan memperingatkan semua pihak agar tidak mempolitisasi ibadah haji. Peringatan itu muncul di tengah perang regional dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran.

Gedung Putih belum mengungkap rencana perdamaian untuk Israel-Palestina. Proposal itu disusun oleh tim AS yang dipimpin oleh penasihat sekaligus dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Tidak seperti pendahulunya, Trump belum mendukung permintaan Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka atau menyetujui “solusi dua negara” yang telah lama dibayangkan dalam negosiasi sebelum-sebelumnya. Opsi “solusi dua negara” dinilai banyak pihak sebagai solusi untuk melihat Israel dan Palestina berdampingan secara damai sebagai negara.

Kushner sejauh ini telah mempresentasikan rencana itu dengan iming-iming membangkitkan ekonomi senilai USD50 miliar untuk wilayah Palestina, Yordania, Mesir dan Lebanon. Keuntungan ekonomi dia klaim bisa terealisasi jika Israel dan Palestina mencapai penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Namun, para pemimpin Palestina menolak rencana itu dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Gedung Putih. Palestina menuduh administrasi Trump lebih condong ke Israel dan tidak layak menjadi mediator perdamaian.

Baca juga !