Sat. Aug 15th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Kematian Pertama Akibat Corona Jadi Pukulan Berat bagi Vietnam

2 min read

Hanoi –

Vietnam mengalami kematian pertama karena COVID-19 yang menjadi pukulan berat bagi negara yang bangga atas keberhasilannya dalam mengatasi virus Corona tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pasien pertama yang meninggal dunia itu adalah seorang pria berusia 70 tahun di kota Hoi An, lapor media pemerintah pada Jumat (31/07).

Tidak ada kasus penularan baru yang dilaporkan selama lebih dari tiga bulan sebelum muncul wabah di kawasan wisata Da Nang awal pekan ini.

Vietnam, yang berpenduduk sekitar 95 juta jiwa, hanya mencatat 509 kasus sejak terjadi pandemi.

 

Tidak seperti negara-negara lain, Vietnam sudah mulai menempuh langkah-langkah bahkan sebelum ditemukan kasus, menutup perbatasan sejak awal bagi hampir semua pengunjung, kecuali warga negara sendiri yang ingin pulang.

Siapapun yang masuk ke negara itu harus menjalani karantina selama 14 hari di tempat-tempat yang disediakan pemerintah dan menjalani pemeriksaan.

Untuk sementara waktu, pendekatan itu tampak sangat efektif, tanpa ada transmisi lokal baru yang dilaporkan sejak pertengahan April.

Negara itu mendapat pujian atas usaha tepat waktu untuk mencegah penyebaran virus dan juga atas perawatan yang diberikan kepada seorang pilot Skotlandia yang mengalami koma selama dua bulan setelah terinfeksi COVID-19.

Dipuji selamatkan pilot Skotlandia

Namun awal minggu ini datang berita buruk bahwa kasus-kasus baru ditemukan di kawasan wisata populer di Da Nang.

Puluhan ribu wisatawan dari seluruh negeri berlibur di kota ketika itu, banyak dari mereka percaya ancaman virus Corona telah berlalu.

Penjual sayur di Vietnam

Pedagang sayur mengenakan masker di Hoi An. Seorang pria meninggal dunia akibat COVID-19 di kota wisata itu, kematian pertama di Vietnam. (Reuters)

Pemerintah awalnya menutup kota bagi semua pengunjung, sebelum memerintahkan karantina menyeluruh pada Rabu (29/07).

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc telah memerintahkan penduduk Da Nang untuk menerapkan pembatasan jarak sosial dan menutup seluruh aktivitas nonesensial.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah lain harus segera tanggap setelah muncul kasus di Da Nang.

“Kita harus bertindak lebih cepat dan lebih tegas untuk mengendalikan wabah,” kata PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc sebagaimana dilaporkan media pemerintah.

Wartawan BBC News Vietnam, Bui Thu, melaporkan semula berita kematian pasien karena COVID-19 itu sempat dihapus dari semua situs berita pemerintah dan baru kembali muncul setelah dikonfirmasi oleh Komite Nasional Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

“Sebagian pihak menduga pemerintah kesulitan mengumumkan kematian pertama karena takut menanggung malu di depan umum,” lapor Thu.

Baca juga !