Thu. Mar 4th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Junta Thailand Dibubarkan Hingga Senjata Neo Nazi Italia

2 min read

Jakarta,  Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai negara pada Selasa (16/7) kemarin. Mulai dari junta militer Thailand dibubarkan hingga gudang kelompok ekstrem kanan Italia menyimpan berbagai senjata. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.

1. Junta Militer Thailand Resmi Dibubarkan

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, secara resmi membubarkan pemerintahan junta militer. Keputusan itu mengakhiri rezim yang mengambil alih kekuasaan dengan mengkudeta pemerintahan mantan PM Yingluck Shinawatra pada 2014 silam.

“Thailand saat ini adalah negara demokratik penuh dengan sistem monarki konstitusional, beserta parlemen yang dipilih rakyat,” kata Prayut dalam pidato yang disiarkan secara nasional dari ibu kota Bangkok, seperti dilansir Reuters, Selasa (16/7).

Menurut Prayut, militer terpaksa turun tangan mengambil alih kekuasaan dengan alasan setelah pemilihan umum 24 Maret 2014 terjadi gejolak politik yang cenderung mengarah kepada kerusuhan. Menurut dia militer harus bersikap mengakhiri aksi unjuk rasa selama enam bulan yang diikuti oleh bentrokan.

Raja Thailand, Rama X Vajiralongkorn, pekan lalu merestui pemerintahan Prayut yang dibentuk dari koalisi 19 partai. Meski demikian, posisi pemerintah bukan mayoritas di parlemen.

Selama 15 tahun belakangan, sudah terjadi dua kali kudeta di Thailand. Pertarungan politik yang terjadi adalah kelompok oposisi sipil yang meraih dukungan dari penduduk di kalangan pedesaan melawan rezim yang didukung oleh kerajaan dan militer.

2. AS Batasi Gerak-Gerik Menlu Iran di New York

Pemerintah Amerika Serikat memutuskan membatasi gerak-gerik Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, saat menghadiri undangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke markas mereka di New York. Hal ini adalah dampak dari perseteruan kedua negara yang sudah terjadi sejak beberapa bulan silam.

Zarif sebenarnya sudah tiba di AS sejak Minggu pekan lalu setelah izin kunjungan itu disetujui Menlu AS, Mike Pompeo. Namun, menurut keterangan Kemenlu AS, Zarif hanya dibolehkan bepergian ke markas PBB, kantor perwakilan Iran untuk PBB, rumah dinas Duta Besar Iran, dan Bandara John F. Kennedy di New York.

AS beralasan pembatasan itu dilakukan karena khawatir Zarif akan menggunakan iklim kebebasan berpendapat untuk menebar propaganda.

Baca juga !