Tue. Jan 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Itikad Baik Pengusaha untuk Bayar THR Walau Harus Utang

2 min read

JAKARTA – Pengusaha dan pelaku industri berkomitmen untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya karena sudah menjadi kewajiban yang dituangkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Namun pengusaha meminta ada keringanan pinjaman karena kondisi ekonomi sedang terdampak akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Adapun pinjaman yang dimaksud adalah kredit dengan bunga yang sangat rendah dan waktu pembayaran jangka panjang.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait nasib pembayaran THR para pekerja di tengah Covid-19, Sabtu (11/4/2020):

1. Industri Minta Soft Loan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, saat ini para pelaku industri dalam negeri merasa cukup terpukul dalam menjalankan usahanya, diakibatkan pandemi virus korona. Para pengusaha tersebut sedang mencari cara agar bisa membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.

“Industri mengusulkan diberikan ruang untuk mendapatkan soft loan dari bank, agar mereka bisa membayar THR kepada karyawannya. Yang dimaksud dengan soft loan tentu dengan bunga yang sangat rendah dan juga term of payment-nya yang cukup panjang,” terangnya.

2. Itikad Baik Pengusaha untuk Bayar THR

Menperin mengatakan, para pengusaha masih memiliki itikad baik untuk menunaikan kewajibannya membayarkan THR kepada para karyawan. Walaupun pembayaran THR menggunakan utang perbankan.

Oleh karena itu, Agus berharap perbankan dapat memberikan kredit yang tak membebani.

“Nah tentu ini nanti bisa kita lakukan verifikasi misalnya terhadap industri atau perusahaan-perusahaan yang cash flow-nya negatif,” ucapnya.

3. Solusi Lain Pembayaran THR

Pilihan lain dalam membayarkan THR, Agus menuturkan, pihak pengusaha akan bernegosiasi dengan serikat pekerja untuk menuntaskan pembayaran THR secara bertahap.

“Industri melakukan negosiasi secara langsung dengan serikat atau dengan pekerja agar mereka bisa, sebut saja melakukan cicilan-cicilan pembayaran THR,” imbuh Menperin.

4. Sanksi Bila THR Tidak Dibayarkan

Pemerintah menegaskan bahwa pengusaha wajib untuk memberikan THR kepada pekerjanya karena sudah diamanatkan dalam peraturan.

“Di dalam regulasi PP Nomor 78 bahwa THR itu wajib. Jadi pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerjanya, dibayarkan tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tiba,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Haiyani Rumondang.

Haiyani melanjutkan, jika pengusaha telat membayarkan THR maka akan dikenakan denda 5% dari total THR yang dibayarkan.

“Denda itu tidak menghilangkan kewajiban membayarkan THR. Jika pengusaha tidak bayar THR maka akan diberikan sanksi administratif,” kata Haiyani.