Sat. Aug 15th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

IPHI Jatim Tunggu Pemerintah Pusat untuk Penyelenggaraan Haji

2 min read

Surabaya –

Ikatan Pengurus Wilayah Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jatim mengharapkan penyelenggara haji mengikuti arahan pemerintah pusat, jika nanti sudah digelar. Selain itu penyelenggara haji harus mematuhi protokol kesehatan.

Ketua IPHI Emil Elestianto Dardak mengatakan pada fase transisi menunggu kepastian pemberangkatan haji dan umroh, seluruh jejaring IPHI Jatim untuk terus mengedukasi dan mendorong calon jemaah haji mematuhi protokol kesehatan. Dimulai dari lingkungan terkecil seperti lingkungan keluarga.

“Saat ini, kita sedang berjibaku dengan COVID-19. Dan penyelenggaraan haji, Indonesia harus mampu menjadi contoh bagi negara lain, khususnya dalam menjalankan protokol kesehatan, apabila nantinya dalam proses ibadah haji sudah mulai diselenggarakan,” jelas Emil yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Minggu (2/8/2020).

Pihaknya, jelas Emil, berusaha memberikan penguatan kepada calon jemaah haji agar ibadah yang dilakukan berjalan dengan baik, khususnya saat pandemi COVID-19.

“Sekali lagi, segala proses penyelenggaraan ibadah haji, Jatim harus menunggu keputusan dari pemerintah pusat agar bisa terselenggara dengan maksimal dan berjalan baik,” ungkapnya.

“Dari jumlah tersebut belum ada yang meminta uang untuk dikembalikan. Hal ini menunjukkan bahwa para calon jemaah haji mempunyai itikad baik untuk tetap menunggu sampai ada kejelasan ibadah haji dibuka kembali, ” jelasnya.Berdasarkan data kemenag, jelas mantan bupati Trenggalek ini, ada sekitar 220.000 calon jemaah haji yang sudah mendaftar. Dan 190.000 ribu calon jemaah haji tersebut sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

Sementara Dirjen penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI Prof Dr Nizar menjelaskan bahwa kuota dan kapan diselenggarakan ibadah haji masih menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Pusat.

Bila sudah ada informasi tentang pembukaan ibadah haji, pihaknya akan memprioritaskan calon jemaah haji yang sudah mendaftar sebelumnya.

“Penambahan kuota haji dan umroh masih memungkinan untuk menambah kuota, semua bergantung pada kesepakatan kedua negara, kami juga berharap ada penambahan sehingga waiting list dapat disesuaikan,” tambahnya.

“Kami menyiapkan beberapa skenario yakni normal, pembatasan 50% pemberangkatan jamaah haji, dan yang paling penting akan kami pastikan calon jemaah haji sehat dari berangkat sampai pulang,” tandasnya