Mon. Jul 6th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Hadapi New Normal, Joko Anwar Berharap Vaksin Segera Ditemukan

2 min read

Frasa new normal tengah menjadi perbincangan di publik belakangan ini. New normal adalah cara hidup manusia yang berubah, setelah adanya virus corona atau Covid-19.

New normal merupakan ajakan untuk kembali produktif dengan melakukan berbagai aktivitas, namun dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Sutradara Joko Anwar mengatakan bahwa industri perfilman Tanah Air tengah bersiap beradaptasi dengan situasi new normal tersebut.

“Empat minggu lalu, mungkin sudah ada penggodokan tentang apa yang harus dilakukan ketika industri film dimulai lagi. Persiapannya seperti apa, sudah ada protap dan SOP yang sedang disusun,” ucap Joko Anwar saat live di kanal YouTube Let’s Talk Indonesia, belum lama ini.

Joko Anwar [Suara.com/Herwanto]
Joko Anwar [Suara.com/Herwanto]

Joko Anwar menyebut, asosiasi pekerja film pun turut menyumbang pemikiran mereka tentang apa yang bisa dimasukan ke dalam standar pekerjaan. Mulai dari produser hingga kameraman, dan kru turut memikirkan bagaimana caranya industri film tetap berjalan tanpa mengenyampingkan pencegahan Covid-19.

“Sekarang asosiasi-asosiasi pekerja film dari mulai sutradara, produser, kamera dan sebagainya menyumbang pemikiran apa yang bisa dimasukan ke dalam protap dan SOP yang nanti bisa menjadi pegangan kalau kita mau syuting,” paparnya.

Meski demikian, Joko Anwar belum yakin new normal bisa disebut aman. Ia juga menyebut vaksin harus segera ditemukan. Atau, ada alternatif lain sambil menunggu vaksin ditemukan.

“Jadi, kalau menurut gue sih, kalau mau dibilang aman banget, tentunya kita nunggu vaksin ada, dan kalau pun vaksin ada, di negara mana yang membuatnya, sampai ke Indonesia juga nggak bisa cepat. Pasti banyak sekali yang harus kita selesaikan dulu, mungkin nanti kita akan dengan jamu saja pengganti vaksin,” ujar Joko.

“Kita mau nggak mau, harus kembali membuka industri, mulai kerja lagi, untuk menjaga bukan saja perekonomian negara yang disokong dengan adanya industri film, tapi juga pekerja film seperti apa nasibnya, mereka juga harus bekerja. Jadi, kalau kita mau mulai kerja lagi, tentunya harus ada protap dan SOP yang betul-betul cocok untuk situasi Indonesia,” tuturnya.