Thu. Jun 4th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Gary Cahill Tak Lagi Bisa Respek pada Maurizio Sarri

2 min read

London –

Mantan kapten Chelsea Gary Cahill membuka sakit hatinya kepada Maurizio Sarri. Cahill mengakui hubungannya dengan Sarri mustahil bisa dipulihkan.

Cahill menghabiskan lebih dari tujuh musim di Chelsea dengan memenangi delapan gelar juara, termasuk dua Premier League, dua Piala FA, dua Liga Europa, dan sekali Liga Champions.

Namun, karier Cahill meredup sejak Sarri memimpin Chelsea pada musim 2018/19. Sepanjang musim, bek tengah Inggris itu cuma delapan kali dimainkan dengan hanya dua kali tampil di Premier League.

Sarri mengantar The Blues memenangi Liga Europa dan finis empat besar sebelum pindah ke Juventus di musim panas tahun lalu. Sedangkan Cahill mesti meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung dengan klub semenjana, Crystal Palace.

Cahill percaya, hubungannya dengan Sarri rusak karena dia absen di pramusim Chelsea karena berlaga di Piala Dunia 2018. “Kami kan bermain di Piala Dunia 2018 dan lolos sampai semifinal, jadi aku melewatkan pramusim yang kupikir itu sangat penting,” ungkap dia, yang dikutip Daily Mail.

“Aku tertinggal. Jujur saja, di pertengahan musim, hubungan kami retak. Kupikir tidak akan pernah bisa pulih. Sulit untuk memiliki respek atas semua hal yang sudah dia lakukan, tapi aku memiliki respek besar terhadap klub dan para pemain.”

Sebagai orang penting dulu, sebagai kapten, apakah itu mudah? Tidak. Apakah itu adalah salah satu hal terberat secara mental untuk dihadapi? Terutama karena itu berlangsung sangat lama? 100%,” sambung dia.

Kekesalan Cahill terhadap Sarri adalah si pelatih tidak pernah memberikan dia kesempatan yang layak. “Hal tergilanya adalah ketika anda tidak bermain untuk alasan apapun, apakah anda kehilangan performa, atau anda memiliki beberapa pertandingan buruk dan seseorang bermain lebih baik daripada anda, aku tahu di pikiranku kalau anda memberiku empat atau lima pertandingan berturut-turut, aku akan kembali. Aku akan memanfaatkan kesempatanku.”

“Anda tahu di dalam diri aanda karena anda memiliki gairah membara di dalam diri anda. Berikan aku lima pertandingan dan anda tidak kecewa. Itu adalah arogansi yang anda harus punya. Tapi masalahnya adalah dia tidak pernah memberiku kesempatan itu,” sungut Cahill.