Garuda Menjelaskan ke DPR – Naiknya Tarif Tiket Pesawat.

-GIAA-

nagabola.net – Direktur Utama Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Ari Askhara menjelaskan soal alasan ia menaikan harga tiket pesawat dalam enam bulan terakhir.

Penjelasan ini ia bahas dalam pertemuan bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat rapat dengan anggota DPR RI Komisi VI DPR RI. 

Saat rapat itu DPR sempat mempertanyakan kepada pihak Garuda Indonesia, apakah harga tiket pesawat masih tinggi setelah adanya aturan baru yang ditetapkan pemerintah soal TBA turun 12-16 persen. 

“Harga jual saat ini kita sesuaikan di 2019, itu kisaran 70 persen dari TBA. Kita naikan 20-25 persen dari TBA. Jadi [harga tiket Garuda Indonesia] 95 persen dari TBA,” kata dia, di Senayan, Selasa (21/5/2019)

Ia menjelaskan, dalam biaya operasional penerbangan pesawat ada berbagai hal yang perlu ditutup, seperti pengeluaran operasional. Ia merinci biaya yang dikeluarkan maskapai penerbangan cukup besar. 

Ia menjelaskan, komponen biaya terbesar adalah dari pengeluaran bahan bakar sebesar 32 persen, lalu biaya sewa pesawat alias leasing yang mencapai 26 persen. 

“Tiket cost variabelnya cukup tinggi, fuel, kurs mata uang yang melemah [berpengaruh],” jelas dia.

Dalam rapat dengan Komisi VI Ari sempat mengeluh soal TBA yang tidak pernah naik sejak tahun 2014. Dengan berbagai kenaikan yang terjadi seperti mata uang rupiah tergerus menjadi Rp14.500 hingga harga bahan bakar minyak yang menjadi 70 dolar per barel. “Dari situ, kami [GIAA] naikan [harga tiket] 20 persen.

Kami enggak tahan dengan harga fuel dan kurs yang melemah. Jadi mau enggak mau naik, sepanjang itu enggak pernah langgar undang-undang yang ada,” jelas dia.

sumber: tirto.id