Ganasnya Kanker Usus Bisa Bikin Badan Kurus Kering

Jakarta – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jend (Purn) George Toisutta berpulang pada Rabu (12/6/2019). Dalam foto yang sempat beredar beberapa waktu lalu, almarhum tampak sangat kurus, berbeda dengan yang biasa dilihat saat masih aktif.

Dalam foto tersebut, almarhum tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhum terlihat sedang dijenguk calon presiden Prabowo Soebianto saat terbaring di ranjang rumah sakit.

Menurut dokter ahli kanker dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr Andhika Rachman SpPD-KHOM, tubuh yang sangat kurus adalah kondisi khas pasien kanker stadium lanjut. Hal ini menandakan keadaan yang makin buruk dengan sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh (metastase).

“Kondisi ini disebut cachexia yang ditandai penurunan berat badan akibat tidak ada penyerapan makanan untuk tubuh. Pasien dapat makanan lewat infus atau mekanisme lain tapi bukan untuk energi tubuh. Makanan diserap sel kanker sehingga pertumbuhannya sangat cepat mendahului proses penyembuhan. Akibatnya tubuh pasien kanker menjadi sangat kurus dengan proses penyembuhan yang dibalap pertumbuhan kanker,” kata dr Andhika pada detikHealth.

Proses cachexia bisa diakibatkan beberapa hal yang terjadi pada pasien. Menurut dr Andhika, pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan biasanya mengalami perubahan rasa pada makanan. Rasa menjadi cenderung pahit atau seperti besi yang merupakan dampak pengobatan atau mekanisme tubuh menghadapi sel kanker. Pasien juga mengalani penurunan penyerapan nutrisi tubuh meski kebutuhan energi cenderung makin tinggi. Energi tersebut digunakan untuk pertumbuhan sel kanker bukan memenuhi kebutuhan tubuh.

Sel kanker memang akan menggunakan segala sumber daya yang ada untuk bertahan hidup, meski dampaknya merugikan tubuh pasien. Namun cachexia sebetulnya tidak perlu terjadi bila kanker tidak memasuki stadium lanjut. Sel kanker yang bersifat merugikan harus dieradikasi atau dihilangkan sejak dini supaya tidak lagi mengganggu kesehatan pasien.