Mon. Apr 12th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Diantar Pakai Kaleng Biskuit, Umar Kei Bisa Pesan Sabu-sabu ke Penjara

2 min read

Tokoh pemuda Maluku, Umar Kei kedapatan mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu ke Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Hal tersebut terkonfirmasi dari pernyataaan Kasubdit I Direktorat Reserse Narkona Polda Metro Jaya, AKBP Fanani Eko Prasetya.

“Kami mendapat informasi akan ada seorang pria yang membawa sabu ke dalam rutan,” kata Fanani saat dikonfirmasi, Senin (7/10/2019).

Percobaan penyelundupan itu diketahui seusai polisi mencokok seorang pria bernama Muhammad Hasan, Sabtu (28/9/2019). Saat itu, Hasan ditangkap sat hendak masuk ke Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Fanani menerangkan, sabu yang dibawa Hasan berada di dalam kaleng roti buskuit. Sabu tersebut, diketahui merupakan pesanan Umar Kei.

“Kami dapati barang bukti sabu yang dimasukkan ke dalam kaleng roti biskuit dan cangklong yang dimasukkan dalam botol air mineral. Keterangan tersangka, sabu itu merupakan pesanan dari Umar Kei dan Ersa melalui perantara Elang, Novel dan Ahmad Yasin,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan urine, Umar dinyatakan positif memakai sabu. Bahkan, sudah tiga kali Umar Kei telah menyelundupkan sabu ke dalam Rutan Polda Metro Jaya.

Total, sebanyak 21,47 gram sabu disita aparat kepolisian. Kekinian, polisi masih mendalami asal sabu yang Hasan bawa ke Polda Metro Jaya.

“Total sabu yang kita amankan 21,47 gram. Kemudian ada beberapa alat komunikasi yang kita amankan. Sekarang masih dikembangkan dari mana asal sabu yang dibawa tersangka ini,” katanya.

Diketahui, Umar diringkus saat sedang menginap di Hotel Amaris, Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Umay Kei ditangkap saat sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Dari tangan Umar, polisi mengamankan sabu seberat 2,91 gram. Tak hanya itu, polisi turut menyita senjata api jenis revolver serta 6 buah butir peluru.

Sabu yang dimiliki Umar terbagi dalam lima klip plastik dan memiliki berat 2,91 gram. Selain itu, polisi juga menemukan alat isap sabu.

Saat diringkus, Umar kedapatan bersama tiga orang lainnya. Mereka adalah AS, ST alias SK, dan PH alias E.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114, 112, 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya antara 20 tahun penjara sampai seumur hidup.

Baca juga !