Fri. Apr 23rd, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Demo Kembali Muncul di Sri Lanka Gegara Kremasi Jenazah Corona

2 min read

Kolombo –

Kebijakan kremasi bagi korban COVID-19 di Sri lanka menimbulkan polemik dari pihak minoritas Muslim di negara itu. Mereka menuntut diperbolehkannya penguburan korban sesuai dengan ajaran agama mereka.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2021), warga minoritas Muslim Sri Lanka kembali berdemonstrasi untuk menuntut diakhirinya kremasi paksa warga Muslim yang meninggal karena COVID-19. Demonstrasi di Kolombo, ibu kota Sri Lanka pada Selasa (23/2) waktu setempat itu, terjadi bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Khan menyambut baik pengumuman Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa pada 10 Februari bahwa penguburan akan diizinkan. Namun, sehari kemudian pemerintah Sri Lanka mencabut pengumuman itu dan menyatakan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan kremasi bagi korban Corona.

Puluhan warga Muslim yang berdemonstrasi membawa jenazah tiruan atau peti mati. Mereka mengecam kebijakan pemerintah Sri Lanka yang melarang penguburan korban Corona, tidak menghiraukan cara pemakaman mereka.

Demonstrasi sengaja dilakukan bertepatan dengan kunjungan Khan, di mana dua minggu lalu dirinya mengaku turut memikirkan penderitaan umat Islam di Sri Lanka.

“Hormati pernyataan Perdana Menteri dan izinkan penguburan,” demikian isi spanduk yang dibawa demonstran di depan kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Pemerintah Sri Lanka telah menolak permohonan dan rekomendasi internasional dari para ahli untuk mengizinkan umat Islam menguburkan jenazah sesuai dengan aturan agama.

Larangan penguburan pertama kali diumumkan pemerintah pada April 2020 lalu di tengah kekhawatiran – yang menurut para ahli tidak berdasar – oleh para biksu Budha yang mengatakan mayat penderita Corona yang dikuburkan dapat mencemari air tanah dan menyebarkan virus.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada risiko penyebaran virus jika korban Corona dikubur. Pihak WHO memperbolehkan untuk penguburan ataupun kremasi.

Dalam aturan Islam, umatnya diperintahkan untuk menguburkan jenazah menghadap Mekah. Berbeda dengan mayoritas umat Buddha dan Hindu di Sri Lanka, yang merupakan pendukung kuat pemerintah saat ini, biasanya dikremasi.

Pada bulan Desember tahun lalu, pihak berwenang Sri Lanka memerintahkan kremasi paksa terhadap 19 korban COVID-19 dari minoritas Muslim, termasuk seorang bayi, setelah keluarga mereka menolak untuk membawa jasad mereka dari kamar mayat rumah sakit.

Para pemimpin komunitas Muslim di Sri Lanka mengatakan bahwa setengah dari 450 korban meninggal karena COVID-19 adalah Muslim.Kremasi memicu kekecewaan dan kemarahan di antara komunitas Muslim, di dalam dan luar negeri, dengan 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berulang kali menyatakan keprihatinan.

Jumlah kematian akibat COVID-19 dari minoritas Muslim cukup tinggi lantaran mereka tidak melakukan pengobatan dan takut akan dikremasi jika terinfeksi Corona.

Baca juga !