Sun. Apr 11th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Dari Perawakan Pendek hingga Stres, Ini Konsekuensi Pubertas Dini

1 min read

 Masa puber bagi perempuan umumnya terjadi saat mereka berusia 10 atau 11 tahun. Masa ini ditandai dengan pertumbuhan payudara, mulai menstruasi, hingga muncul jerawat di wajah.

Tetapi, semakin berkembangnya zaman, semakin banyak juga anak yang mengalami pubertas dini.

Pubertas dini pada perempuan bisa terjadi sebelum usia 7 atau 8 tahun.

Meski ini tidak berbahaya, peneliti telah menghubungkan sejumlah konsekuensi kesehatan dan psikologis saat seseorang mengalami pubertas dini.

Melansir WebMD, pubertas dini dapat menyebabkan masalah fisik dan emosional pada anak.

Ilustrasi anak perempuan pubertas dini. (Shutterstock)
Ilustrasi anak perempuan pubertas dini. (Shutterstock)

Perawakannya pendek

Meski awalnya mereka akan tumbuh dengan cepat, beberapa justru akan berakhir pendek saat sudah dewasa. Ini terjadi karena saat pubertas berakhir, pertumbuhan juga berhenti.

Karena pubertas sebelum waktunya berakhir lebih awal dari pubertas normal, anak-anak ini berhenti tumbuh pada usia lebih dini. Terkadang, hasil akhirnya mungkin lebih pendek daripada yang seharusnya terjadi.

Masalah perilaku

Beberapa studi telah menemukan hubungan antara pubertas dini dan masalah perilaku, terutama pada anak-anak dengan keterlambatan perkembangan.

Namun, banyak ahli menganggap bukti terkait masih lemah.

Pubertas. [Shitterstock]
Stres akibat pubertas dini.  [Shitterstock]

Stres

Pubertas dapat menjadi waktu yang membingungkan. Ini bisa terasa lebih membikin stres pada anak yang mengalami pubertas dini.

Mereka mungkin merasa canggung karena terlihat berbeda dari teman sebayanya.