Wed. Nov 13th, 2019

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Buntut Pilpres, Wali Kota di Bolivia Dianiaya Demonstran

1 min read

Tindakan penganiayaan dialami oleh seorang wanita wali kota di Bolivia, Patricia Arce, dalam aksi demonstrasi oposisi belum lama ini.

Wanita itu diseret ke jalanan tanpa alas kaki oleh para demonstran antipemerintahan. Tubuhnya disiram dengan cat berwarna merah dan rambutnya dicukur paksa.

Mengutip laman BBC, Sabtu (9/11/2019), sekelompok demonstran antipemerintahan memblokir jalanan Vinto, kota kecil di provinsi Cochabamba, Bolivia Tengah belum lama ini.

Mereka menentang hasil pemilu pada 20 Oktober, yang memenangkan kandidat petahana Evo Morales.

Namun, pada saat bersamaan, tersiar rumor dua orang demonstran oposisi telah dibunuh oleh massa pendukung presiden.

Hal itu menyulut emosi para demonstran. Mereka yang terprovokasi, menuding Wali Kota Patricia Arce berperan dalam aksi pembunuhan tersebut.

Untuk melampiaskan kemarahan, beberapa pria bertopeng mengarak Arce ke jalanan tanpa alas kaki.

Wanita itu dipaksa berlutut, lalu rambutnya dicukur dan tubuhnya dilumuri cairan berwarna merah. Ia juga diminta untuk menandatangi surat pengunduran diri.

Beruntung tindakan anarkis tersebut berhasil dihentikan oleh aparat kepolisian. Arce pun dilarikan ke klinik menggunakan sepeda motor.

Di lain pihak, Presiden Evo Morales mengutuk tindakan penganiayaan yang dialami koleganya di Partai Gerakan Sosialisme (MAS).

Melalui cuitannya di Twitter pada Rabu (7/11/2019), Morales mengatakan, Arce, anggota partainya, telah dibawa secara kejam karena dia memperjuangkan nasib kaum miskin.

Senada dengan hal itu, Partai MAS menuntut kepolisan untuk menindak tegas para pelaku penganiaya Patricia Arce.

Baca juga !