Mon. Jul 6th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Buka-Tutup Sekolah di Korea Selatan Usai Kasus Corona Alami Lonjakan

3 min read

Seoul –

Sekolah-sekolah di Korea Selatan sempat dibuka kembali saat wabah Corona mulai mereda. Namun, beberapa hari kemudian sekolah ditutup lagi lantaran kasus Corona melonjak.

Seperti dilansir AFP, Senin (4/5/2020) pemerintah menutup sekolah-sekolah pada awal Maret, ketika negeri gingseng itu menjadi salah satu negara dengan wabah Corona terburuk pada awal virus ini merebak. Saat itu, Korsel menjadi negara terdampak terburuk kedua di dunia setelah China.

Siswa di Korsel sudah mengambil kelas online sejak April, tetapi para pejabat mengatakan sekolah akan mulai dibuka kembali secara bertahap mulai Rabu (13/5) depan hingga 1 Juni.

Selang seminggu, ratusan ribu siswa Korea Selatan kembali ke sekolah pada hari Rabu (20/5). Sekolah dibuka kembali usai pembatasan Corona lebih dari dua bulan.

Para siswa berbaris untuk pemeriksaan suhu dan diberi hand sanitizer untuk mencuci tangan sebelum mereka memasuki gedung sekolah. Sementara para guru menyapa mereka dengan senyum dan sesekali salam siku.

“Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan teman dan guru saya secara langsung, tetapi kita harus benar-benar mengikuti pedoman protokol kesehatan,” kata Oh Chang-hwa, Kepala Sekolah Menengah Kyungbock di Seoul.

Korea Selatan telah berhasil mengendalikan wabah berkat program “lacak, tes, dan obati” yang diberlakukan secara luas.

Sekitar 440.000 siswa angkatan tahun terakhir, yang pada bulan Desember akan mengikuti ujian masuk universitas, adalah yang pertama kembali ke sekolah, dengan siswa angkatan tahun-tahun lain mengikuti secara bertahap selama beberapa minggu ke depan.

Di dalam gedung sekolah, siswa diminta untuk membersihkan meja mereka dan duduk terpisah sesuai dengan panduan jarak sosial. Beberapa kelas membuat partisi (pembatas) di antara meja.

“Kekhawatiran terhadap sejumlah kecil infeksi masih tetap ada dan tidak ada yang bisa memprediksi situasi seperti apa yang akan muncul di sekolah,” kata Menteri Pendidikan Yoo Eun-hae.

Kementerian Pendidikan mulai mengoperasikan ruang darurat 24 jam minggu ini. Yoo menambahkan bahwa sekolah yang melaporkan kasus Corona baru akan segera ditutup.

Sementara siswa tahun terakhir diharuskan datang ke sekolah setiap hari, siswa yang lebih muda akan bergantian menerapkan kelas online dan offline untuk memastikan bangunan sekolah tidak terlalu padat.

Namun, kini Korea Selatan kembali menutup sekolah. Lebih dari 200 sekolah di Korea Selatan terpaksa ditutup, karena ada lonjakan kasus virus corona

Seperti dilansir BBC, Jumat (29/5) sekitar 56 kasus baru Covid-19 dilaporkan dalam 24 jam terakhir, yang terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat.

Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Gudang dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang, dan para pejabat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja.

Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona. Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.Ketakutan akan infeksi telah memaksa 251 sekolah di Bucheon tutup lagi setelah dibuka kembali, sementara ratusan lainnya menunda pembukaan kembali sekolah.

Taman umum dan museum akan ditutup di Seoul dan kota-kota sekitarnya, sementara tempat usaha didesak untuk mendorong kerja yang lebih fleksibel, dan orang-orang sekali lagi diminta untuk menghindari pertemuan massal.

Baca juga !