Mon. Jul 6th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Beda dengan Presiden Trump, Menhan AS: Tidak Perlu Militer untuk Akhiri Kerusuhan

2 min read

WASHINGTON – Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan tidak mendukung penggunaan militer untuk membubarkan para pendemo di AS, seperti yang disarankan Presiden Donald Trump awal pekan ini.

Berbicara dalam briefing Pentagon, Rabu (3/6) kepada wartawan Esper menyampaikan tidak mendukung penerapan Insurrection Act, undang-undang lama yang memungkinkan Trump untuk mengaktifkan militer untuk penegakan hukum guna mengendalikan demonstrasi di jalanan sebagai reaksi atas kematian George Floyd, laki-laki kulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi di Minneapolis.

Esper mengatakan, “Pilihan untuk menggunakan pasukan militer aktif dalam penegakan hukum hanya dapat dibenarkan sebagai upaya terakhir dan hanya dalam beberapa situasi paling mendesak dan keadaan bahaya darurat. Saat ini, kita tidak berada dalam situasi seperti itu.“

Bloomberg QuickTake

@QuickTake

An Australian news crew was struck by police in Washington, D.C. while reporting the George Floyd protests live on TV.

PM Scott Morrison has reportedly called for an investigation.

Video terlekat

Esper juga menjelaskan perihal keberadaannya hari Senin (02/06) ketika sejumlah aparat penegak hukum secara paksa membubarkan para pemrotes yang berdemo di Taman Lafayette, di seberang Gedung Putih supaya presiden dapat berjalan kaki ke sebuah gereja yang rusak di dekatnya. Esper terlihat berdiri di samping presiden ketika Trump memegang Alkitab.

Esper mengatakan tidak menyadari bahwa ia akan terlibat dalam acara tersebut. Ia mengatakan berupaya untuk menjaga agar Departemen Pertahanan tidak terlibat dalam politik, namun sering gagal.

Trump mengatakan ia “mengerahkan semua sumber daya federal, sipil dan militer, untuk menghentikan kerusuhan dan penjarahan, untuk mengakhiri penghancuran dan pembakaran, dan untuk melindungi hak-hak warga Amerika yang taat hukum, termasuk hak-hak dalam Amendemen kedua.” Amendemen kedua dalam Konstitusi AS melindungi hak-hak semua warga sipil untuk memiliki senjata api.

Tidak lama sebelum presiden berbicara, para wartawan yang menunggu pernyataannya di Rose Garden mendengar suara ledakan keras dari lontaran gas air mata di sekitar Lafayette Park, di mana polisi antihuru-hara yang membawa perisai memukul mundur demonstran damai. Peluru karet juga ditembakkan dan polisi berkuda diterjunkan untuk membersihkan daerah tersebut.

Baca juga !