Tue. Jan 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Australia Tuntut China Minta Maaf Atas Foto Palsu Tentara di Medsos

2 min read

Canberra –

Perdana Menteri (PM) AustraliaScott Morrison, memberikan reaksi keras terhadap postingan Twitter seorang pejabat Kementerian Luar Negeri China yang dianggap menghina warga dan tentara Australia. Otoritas Australia menuntut postingan Twitter itu dihapus dan otoritas China meminta maaf.

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Senin (30/11/2020), PM Morrison menggelar konferensi pers untuk menyampaikan kecaman terhadap postingan tersebut. Diketahui bahwa postingan pejabat China itu menampilkan foto seorang tentara Australia yang mengarahkan pisau ke leher seorang anak Afghanistan.

Foto itu diposting oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, via akun Twitter-nya pada Senin (30/11) waktu setempat. Dalam postingannya, Zhao membahas laporan independen yang menyebut tentara-tentara Australia melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil dan tahanan Afghanistan.

“Terkejut oleh pembunuhan warga sipil dan tahanan Afghanistan oleh tentara-tentara Australia. Kami mengecam keras tindakan semacam itu dan menyerukan agar mereka bertanggung jawab,” tulis Zhao dalam postingannya.

Postingan dengan pesan yang sama diunggah Zhao via Twitter pada Jumat (27/11) lalu, namun tanpa menyertakan foto palsu tentara Australia tersebut. PM Morrison dalam pernyataannya menyebut foto tersebut ‘sungguh memuakkan’ dan menuntut otoritas China meminta maaf.

“Postingan memuakkan yang dibuat hari ini dari sebuah gambar, sebuah gambar palsu, yang menunjukkan seorang tentara Australia mengancam seorang anak kecil dengan sebilah pisau, sebuah postingan yang dibuat pada sebuah akun Twitter pejabat pemerintah China, diposting oleh Wakil Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri, Tuan Lijian Zhao, sungguh memuakkan,” sebut PM Morrison.

“Itu sungguh menghina bagi setiap warga Australia, setiap warga Australia yang pernah mengabdi dalam seragam itu, setiap warga Australia yang kini mengabdi dalam seragam itu, setiap orang yang mengenakan seragam dan mengabdi bersama warga Australia di luar negeri dari negara manapun, bahwa mereka telah melakukan itu,” imbuhnya.

Ditambahkan Morrison bahwa otoritas Australia telah meminta pihak Twitter untuk menghapus postingan Zhao tersebut. “Itu sungguh-sungguh keterlaluan dan tidak bisa dibenarkan atas dasar apapun. Pemerintah China seharusnya benar-benar malu dengan postingan ini. Hal ini membuat mereka buruk di mata dunia,” sebutnya.

“Saya ingin memperjelas beberapa poin soal ini. Australia menuntut permintaan maaf dari Kementerian Luar Negeri, dari pemerintah China, atas postingan keterlaluan ini,” tegas PM Morrison.

“Kami juga mengupayakan penghapusan postingan itu segera dan telah menghubungi Twitter untuk segera menghapusnya. Ini merupakan foto palsu dan hinaan mengerikan bagi pasukan pertahanan kita yang hebat dan para pria dan wanita yang mengabdi dalam seragam itu selama lebih dari 100 tahun,” ungkapnya.

Awal bulan ini, China menguraikan daftar keluhan soal investasi asing Australia, soal kebijakan keamanan nasional dan HAM. Otoritas China menyebut Australia perlu memperbaiki tindakannya demi memulihkan hubungan bilateral kedua negara.Hubungan Australia dan China diketahui memburuk sejak otoritas Canberra menyerukan penyelidikan internasional soal asal-usul virus Corona (COVID-19) yang pertama terdeteksi di wilayah China pada akhir tahun lalu.

Terkait laporan soal tentara Australia membunuh warga dan tahanan Afghanistan, PM Morrison menegaskan bahwa otoritasnya telah menetapkan proses yang ‘transparan dan jujur’ dalam menyelidiki dugaan tersebut.

Baca juga !