Wed. Sep 29th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Adik Kim Jong-Un Ancam Korsel Soal Latihan Militer dengan AS

2 min read

Pyongyang –

Kim Yo-Jong, adik pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, melontarkan ancaman terbaru untuk Korea Selatan (Korsel) terkait rencana latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Senin (2/8/2021), Kim Yo-Jong yang merupakan pejabat senior pada Partai Buruh Korea yang berkuasa di Korut ini menyebut Korsel akan merusak tekad kedua Korea untuk membangun kembali hubungan jika tetap menggelar latihan militer gabungan itu.

Korut dan Korsel diketahui sedang dalam pembicaraan untuk menggelar pertemuan sebagai bagian upaya terbaru untuk memulihkan hubungan. Sementara Korsel dan AS dijadwalkan akan menggelar latihan militer gabungan pada Agustus ini.

“Selama beberapa hari saya mendengar cerita tidak menyenangkan bahwa latihan militer gabung antara militer Korea Selatan dan pasukan AS akan berjalan sesuai jadwal,” ucap Kim Yo-Jong dalam pernyataan via kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), pada Minggu (1/8) waktu setempat.

“Pemerintah dan militer kami akan memantau secara cermat apakah pihak Korea Selatan tetap menggelar latihan perang agresif, atau mengambil keputusan besar. Harapan atau keputusasaan? Itu bukan bergantung pada kami,” tegas Kim Yo-Jong.”Saya melihat ini sebagai pendahuluan yang tidak diinginkan yang secara serius merusak tekad para pemimpin tertinggi Utara dan Selatan yang ingin melihat langkah diambil untuk memulihkan rasa saling percaya dan yang bisa mengaburkan jalan menuju hubungan Utara-Selatan,” imbuhnya.

Kedua Korea secara teknis masih dalam perang setelah konflik tahun 1950-1953 silam diakhiri dengan gencatan senjata.

Pada Selasa (27/7) lalu, kedua negara sepakat menjalin kembali jalur hotline yang terputus pada Juni tahun lalu. Kim Yo-Jong menyebut keputusan itu seharusnya tidak dipandang sebagai apapun selain menjalin kembali hubungan ‘fisik’.

Dia bahkan menyebut pembicaraan soal pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara sebagai ‘penilaian yang tergesa-gesa dan prematur’.

“Spekulasi tergesa-gesa dan interpretasi yang tidak berdasar hanya akan membawa keputusasaan,” cetusnya.

Baca juga !