Tue. Jan 19th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

4 Polisi Prancis Didakwa Atas Pemukulan Produser Kulit Hitam

2 min read

Paris –

Empat petugas polisi Prancis telah didakwa terkait kasus pemukulan dan pelecehan rasial terhadap seorang produser musik kulit hitam. Dakwaan ini muncul beberapa hari setelah insiden di Paris yang meningkatkan kontroversi mengenai undang-undang keamanan baru.

Dilansir AFP, Senin (30/11/2020) pemukulan produser musik Michel Zecler – yang terungkap dalam rekaman video yang diterbitkan minggu lalu – telah memicu kemarahan terhadap polisi. Ada tuduhan bahwa rasisme telah melembaga dan menargetkan orang-orang kulit hitam dan Arab.

Puluhan ribu orang melakukan protes pada hari Sabtu (28/11) terhadap RUU keamanan, yang akan membatasi hak untuk mempublikasikan gambar polisi yang sedang bertugas. Aksi di Paris berakhir dengan bentrokan sengit.

 

Seorang hakim penyelidik memutuskan pada Senin (30/11) pagi waktu setempat, untuk menuntut tiga orang dengan dakwaan “kekerasan yang disengaja oleh seseorang yang memegang otoritas publik” dan “pemalsuan”, kata sumber pengadilan kepada AFP.

Dua orang telah dipenjara, sementara dua lainnya dikenai pembebasan bersyarat. Pada hari Minggu (29/11), jaksa penuntut Paris Remy Heitz telah meminta para petugas itu untuk didakwa secara khusus menggunakan pelecehan rasial.

Protes di Paris menyebabkan sebuah rumah makan dibakar, mobil dibakar dan batu dilempar ke arah pasukan keamanan, yang menanggapinya dengan gas air mata dan taktik anti huru-hara.

Di antara mereka yang terluka adalah jurnalis foto Suriah pemenang penghargaan, Ameer al-Halbi (24). Dia terlihat dengan wajah memar dan sebagian besar kepalanya ditutupi perban di foto AFP.

Polisi mengatakan 81 orang ditangkap dalam protes itu, dengan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan kekerasan itu “tidak dapat diterima”.

Dalam sebuah cuitan, Darmanin mengatakan 98 petugas polisi terluka selama protes, seraya menambahkan: “Mereka yang berada di balik kekerasan akan dikejar.”

Menjelang dakwaan, keempat petugas tersebut telah diperiksa oleh Inspektorat Jenderal Polri (IGPN) polisi atas dugaan menggunakan kekerasan dan pelecehan rasial.

Keempat petugas itu memiliki catatan pelayanan yang baik sebelum insiden itu, dan mengklaim bahwa mereka bertindak “karena takut”.

 

Kontroversi soal masalah hukum dan kekerasan polisi berkembang menjadi krisis lain bagi pemerintah Prancis, ketika Presiden Emmanuel Macron bergelut dengan masalah pandemi, kejatuhan ekonomi dan sejumlah masalah di panggung internasional.

Macron mengatakan pada hari Jumat (27/11) bahwa gambar pemukulan Zecler “mempermalukan negaranya” dan meminta pemerintah Prancis untuk mengajukan proposal untuk “memerangi diskriminasi”.

Bagi para kritikus, undang-undang tersebut adalah bukti lebih lanjut dari kemunduran Macron ke kanan, yang berkuasa pada 2017 sebagai seorang sentris yang menjanjikan reformasi liberal di Prancis.

Baca juga !